Jumat, 22 Januari 2016

MANAJEMEN KELAS : masalah yang muncul dalam pengelolaan kelas

BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Penegelolaan kelas merupakan bagian penting di dalam proses pembelajaran. Hal tersebut karena proses pembelajaran atau pentrasperan ilmu lebih banyak di lakukan di dalam kelas. Karena hal tersebut maka bagi pendidik, pengelolaan kelas harus benar-benar di perhatikan di di kelola dengan semaksimal mungkin, agar tercapainya proses pembelajaran yang di inginkan.
Di dalam pengelolaan kelas tidak bisa di pungkiri bahwa akan ada masalah masalah yang akan mengganggu proses pembelajaran. Masalah dalam pengelolaan kelas ini harus di perhatikan dalam pengelolaan kelas, karena akan sangat mempengaruhi hasil dari suatu pembeajaran, maka perlu persiapan yang matang bagi setiap pendidik dan calon pendidik untuk memiliki kemampuan dalam bidang ini, seperti pendidik harus bagai mana cara-cara mengelola kelas yang baik dan tepat dalam menggunakan strategi-strategi dalam pembelajaran sehingga kelas dapat terkelola dengan baik.
Penyebab timbulnya masalah tersebut dapat di timbulkan dari kurangnya pengetahuan guru tentang bagaimana cara mengelola kelas yang baik, tidak tepatnya menggunakan pendekatan-pendekatan dalam penbelajaran serta kurangnya menguasai materi materi ajar. Selain itu juga permasalahan dalam pengelolaan kelas ini juga dapat di sebabkan oleh faktor lingkungan kelas seperti kondisi fisik kelas, sarana dan prasaran yang dimiliki dan lain sebagainya.
1.2  Rumusan Masalah
1.2.1   Apa penyebab timbulnya masalah dalam pengelolaan kelas?
1.2.2   Bagaimana cara mengidentifikasi masalah dalam pengelolaan kelas?
1.2.3   Jelaskan klasifikasi masalah – masalah dalam pengelolaan kelas?
1.2.4   Apa saja faktor penghambat dalam pengelolaan kelas?
1.3  Tujuan Penulisan
1.3.1     Agar mahasiswa mengetahui penyebab timbulnya masalah dalam pengelolaan kelas.
1.3.2     Agar mahasiswa mengetahui cara mengidentifikasi masalah dalam pengelolaan kelas.
1.3.3     Agar mahasiswa mengetahui klasifikasi masalah – masalah daam pengelolaan kelas.
1.3.4     Agar mahasiswa mengetahui faktor – faktor penghambat dalam pengelolaan kelas.















BAB II
PEMBAHASAN
2.1  Penyebab Timbulnya Masalah dalam Pengelolaan Kelas
Masalah merupakan ssesuatu yang dengan mudah menghinggapi tubuh siapapun. Penyebab masalah dapat berasal dari faktor fisik. Seperti pusing, pegal, lelah, kesemutan, gatal, gerah, dan mengantuk. Sedangkan penyebab yang berupa faktor psikis antara lain: rasa bosan, susah, benci, tertekan,bingung, risau, cemas, malu dan gugup. Konflik tidak hanya terjadi antara murid atau guru, namun melibatkan kebutuhan dua belah pihak. Oleh sebab itu dikatakan bahwa problem dimiliki oleh kedua belah pihak.
Menurut Novia, dkk. (2014) Secara umum penyebab timbulnya masalah dalam pengelolaan kelas adalah sebagai berikut:
a         Hilangnya hubungan pendidik dan anak didik, maksudnya kurangnya komunikasi antara pendidik dengan peserta didik.
b        Kurangnya  profesional  pendidik dalam pembelajaran baik dalam penggunaan metode, strategi maupun media.
c         System pembelajaran yang monoton dan terlalu serius cara menerapkan disiplin yang tidak tepat.
d        Lingkungan sekolah yang tidak kondusif
e         Tidak ada kreativitas dari guru, siswa maupun lingkungan sekolah
f         No limit atau tidak ada batasan waktu belajar.   
g        Tidak adanya kerja sama antara pendidik, peserta didik, dan orang tua. (Novia, dkk. 2014; hlmn 4)

Menurut Syaiful Bahri Djamarah (2006)  faktor yang menyebabkan timbulnya masalah-masalah dalam pengelolahan kelas adalah:
a         “Pengelompokkan, adanya pengelompokkan siswa berdasarkan kriteria tertentu.
b        Karakteristik individual siswa.
c         Kelompok pandai merasa terhalangi terhadap kelambananan teman-temannya yang tidak secerdas mereka.
d        Adanya keharusan bagi siswa untuk tenang dan bekerja selama jam pelajaran sehingga akan menimbulkan ketegangan dan kecemasan.
e         Adanya organisasi kurikulum tentang team teaching”. (Djamarah, 2006; hlmn 195)
Sedangkan menurut Made Pidarta yang di kutip oleh Novia, dkk. (2014), faktor-faktor penyebabnya antara lain:
a         Pengelompokkan (pandai, sedang ,bodoh )
b        Karakteristik individual.
c         Kelompok pandai merasa terhalang oleh teman-temannya yang tidak seperti dia.
d        Dalam latihan diharapkan semua anak didik tenang dan bekerja sepanjang jam pelajaran, kalau ada interupsi atau interasi mungkin mereka merasa tegang atau cemas. (Novia,dkk. 2014; hlmn 4)

2.2  Mengidentifikasi Masalah-masalah Pengelolaan Kelas
Pada umumnya guru kurang atau belum menyadari bahwa apa yang dihadapi adalah masalah dan tidak mempermasalahkan. Biasanya sesuatu baru dianggap sebagai masalah jika guru telah merasa kewalahan, guru tidak lagi berdaya dan tidak mampu menyelesaikan sendiri. Maka cara yang dapat dilakukan oleh guru adalah sebagai berikut:
2.2.1     Guru menulis semua hal yang dirasakan memerlukan perhatian, memerlukan kepedulian karena akan mempunyai dampak yang tidak diharapkan terjadi, terutama terkait dengan pembelajaran.
2.2.2     Guru memilah-memilah masalah tersebut menurut jenis dan bidang permasalahannya, berdasarkan jumlah siswa yang mengalami masalah tersebut.
2.2.3     Masalah yang telah dipilah-pilah disusun secara berurutan dimulai dari yang ringan. Jarang terjadi, serta berdasarkan banyaknya siswa yang mengalami atau terlibat dari masing-masing masalah tersebut.
2.2.4     Dari setiap urutan masalah tersebut ambilah 3 atau 5 masalah dan coba mengkonfirmasikan kepada guru yang mengajar bidang studi yang sejenis atau mengkonfirmasikan terhadap sesama guru disekolah tersebut.
2.2.5     Jika masalah yang dirumuskan ternyata mendapat konfirmasi, maka masalah tersebut memang merupakan masalah yang patut untuk diangkat sebagai masalah yang harus dipecahkan atau diselesaikan.

2.3  Mengklasifikasikan Masalah-masalah Pengelolaan Kelas
Dalam usaha guru membantu siswa belajar akan menghadapi berbagai masalah. Menurut Davis yang di kutip oleh Novia, dkk. (2014) dalam bukunya “Learning System Design An Approach to The Improvement of Instruction”, ia mengklasifikasikan masalah-masalah tersebut menjadi lima kelompok antara lain:
2.3.1   Masalah pengarahan
Diwaktu merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi proses belajar mengajar, kebanyakkan guru kurang memiliki keterampilan dalam:
a         Berorientasi kepada tujuan pelajaran.n
b        Mengkomunikasikan tujuan pelajaran kepada siswa.
c         Menyesuaikan tujuan pelajaran dengan kemampuan dan kebutuhan siswa.

2.3.2  Masalah  evaluasi
Guru dalam tugasnya untuk merencanakan,  melaksanakan evaluasi menemukan masalah-masalah demikian:
a         Guru dalam menyusun kriteria keberhasilan tidak jelas
b        Prosedur evaluasi tidak jelas.
c         Kebanyakan guru memiliki cara penilaian  yang tidak seragam.

2.3.3     Masalah isi dan urutan-urutan pelajaran
Dalam melakukan perencanaan pengajaran, yang kemudian akan dilaksanakan dan dievaluasi, guru dalam menyusun isi dan urutan bahan pelajaran menemukan masalah sebagai berikut:
a         Guru kurang menguasai materi.
b        Materi yang disajikan tidak relevan dengan tujuan.
c         Materi yang diberikan sangat luas.
d        Guru kurang mampu dalam menyesuaikan penyajian bahan dengan waktu yang tersedia.
e         Guru kurang terampil dalam mengorganisasikan materi pelajaran.

2.3.4     Masalah metode dan system penyajian bahan pelajaran
a         Guru kurang menguasai beberapa sistem penyajian yang menarik.
b        Kurang terampil dalam menggunakan metode.
c         Cara menyajikan kurang membangkitkan motivasi.
d        Sangat terikat pada satu metode saja.
2.3.5     Masalah hambatan-hambatan
Dalam pelaksanaan pengajaran guru kadang-kadang menemui banyak hambatan diantaranya:
a        Banyak guru kurang menggunakan perpustakaan sebagai sumber belajar.
b        Guru kurang membimbing bagaimana seharusnya cara belajar efktif itu.
c        Guru belummenemukan media yang tepat.
d       Guru kurangmempertimbangkanlatarbelakangsiswa yang tidaksama.
e         Keadaansarana yang kurang.           
2.4  Faktor – Faktor Penghambat dalam Pengelolaan Kelas
Dalam pengelolaankelas akan ditemui berbagai faktor penghambat. Hambatan tersebut bisa datang dari guru sendiri, peserta didik, lingkungan keluarga ataupun karena faktor fasilitas. Dan dari uraian diatas tampaklah bahwa kewenangan penanganan masalah pengelolaan dapat diklasifikasikan menjadi tiga kategori, yaitu:
2.4.1     Masalah yang ada dalam wewenang guru
Ada sejumlah masalah pengelolaan kelas yang ada dalam ruang lingkup wewenang seorang guru bidang studi untuk mengatasinya. Hal ini berarti bahwa seorang guru bidang studi yang sedang mengelola proses pembelajaran dituntut untuk dapat menciptakan, memperhatikan dan mengembalikan iklim belajar kepada kondisi belajar mengajar yang menguntungkan kalau ada gangguan sehingga peserta didik berkesempatan untuk mengambil manfaat yang optimal dari kegiatan belajar yang dilakukannya.

2.4.2     Masalah yang ada dalam wewenang sekolah sebagai lembaga pendidikan
Dalam kenyataan sehari-hari di kelas, akan ditemukan masalah pengelolaan yang lingkup wewenang untuk mengatasinya berada di luar jangkauan guru bidang studi. Masalah ini harus diatasi oleh sekolah sebagai suatu lembaga pendidikan. Bahkan mungkin juga ada masalah pengelolaan yang tidak bisa hanya diatasi oleh satu lembaga pendidikan akan tetapi menuntut penanganan bersama antarasekolah.

2.4.3     Masalah yang ada di luar wewenang guru bidang studi dan sekolah
Dalam mengatasi masalah semacam ini mungkin yang harus terlibat adalah orang tua, lembaga-lembaga yang ada dalam masyarakat seperti karang taruna, bahkan para pengusaha dan lembaga pemerintahan setempat.
Menurut Mulyadi (2006; hlmn 6-11) timbulnya masalah dalam pengelolahan kelas dapat disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya:
a         Faktor guru
Beberapa faktor penyebab timbulnya masalah dalam pengelolahan kelas yang berasal dari guru diantaranya:
1)      Tipe kepemimpinan guru yang otoriter
Tipe kepemimpinan guru dalam mengelola proses belajar mengajar yang otoriter dan kurang demokratis akan menumbuhkan sikap agresif atau pasif dari murid-murid. Kedua sikap murid ini merupakan sumber masalah pengelolahan kelas.
2)      Format belajar mengajar yang monoton
Format belajar mengajar yang monoton akan menimbulkan kebosanan bagi siswa. Format belajar yang tidak bervariasi dapat menyebabkan para siswa bosan, kecewa, frustasi dan hal ini merupakan pelanggaran disiplin.
3)      Kepribadian guru
Seorang guru yang berhasil dituntut untuk bersikap adil, hangat, objektif dan fleksibel sehingga terbina suasana emosional yang menyenangkan dalam proses belajar mengajar. Sikap yang bertentangan dengan kepribadian tersebut akan menimbulkan masalah pengelolahan bagi siswa.
4)      Terbatasnya Kesempatan
Maksudnya terbatasnya kesempatan guru untuk memahami tingkah laku siswa dan latar belakangnya. Hal ini dapat disebabkan karena kurangnya usaha guru dengan sengaja memahami siswa dan latar belakangnya atau faktor pergantian guru.
5)      Terbatasnya pengetahuan
Artinya guru terbatasnya guru tentang masalah pengelolahan dan pendekatan pengelolahan baik yang sifatnya teoritis maupun pengalaman praktis.
b        Faktor siswa
Kekurangsadaran siswa dalam memenuhi tugas dan haknya sebagai anggota kelas dapat merupakan faktor utama penyebab masalah pengelolahan kelas.
c         Faktor keluarga
Kebiasaan yang kurang baik di lingkungan keluarga, seperti tidak patuh pada disiplin, tidak tertib, kebebasan yang berlebihan ataupun dikekang berlebihan akan menyebabkan siswa melanggar disiplin di kelas.
d        Faktor fasilitas
Ruang kelas yang kecil dibanding dengan jumlah siswa dan kebutuhan siswa untuk bergerak dalam kelas merupakan salah satu problema yang terjadi pada pengelolahan kelas.
Faktor fasilitas merupakan penghambat dalam pengelolaan kelas, faktor tersebut meliputi:
1)      Jumlah peserta didiknya banyak sulit untuk dikelola.
2)      Ruangan kelas yang kecil dibandingkan jumlah peserta didik.
3)      Kurangnya ketersediaan alat-alat sekolah atau kelas/tidak sesuai.

BAB III
PENUTUP
3.1  Kesimpulan
Pengelolaan kelas yang efektif merupakan persyaratan mutlak bagi terjadinya proses belajar mengajar yang efektif. Adapun tujuan pengelolaan kelas adalah agar setiap anak di kelas dapat bekerja dengan tertib sehingga tercapai tujuan pengajaran secara efektif dan efesien. Disamping itu, ada masalah-masalah dan hambatan-hambatan dalam pengelolaan kelas itu sendiri baik masalah yang ada pada guru, sekolah dan lingkungan. Karena tidak mudah menjadikan atau mengelola kelas secara efektif, perlu keterampilan-keterampilan dan penguasa.
Penyebab timbulnya masalah tersebut dapat di timbulkan dari kurangnya pengetahuan guru tentang bagaimana cara mengelola kelas yang baik, tidak tepatnya menggunakan pendekatan-pendekatan dalam penbelajaran serta kurangnya menguasai materi materi ajar. Selain itu juga permasalahan dalam pengelolaan kelas ini juga dapat di sebabkan oleh faktor lingkungan kelas seperti kondisi fisik kelas, sarana dan prasaran yang dimiliki dan lain sebagainya.











DAFTAR PUSTAKA

Djamarah, Syaiful Bahri. 2006.   Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: PT Rineka Cipta
Mulyadi. 2009. Classroom Management. Malang: UIN Malang Press

Novia, dkk. 2014. Masalah – Masalah atau Hambatan dalam Pengelolaan Kelas. Di akses tanggal 16 Oktober 2015. Di http://pemudaberkelana.blogspot.co.id