Senin, 08 Februari 2016

uas bk pribadi

TUGAS AHIR SEMESTER (UAS)
      BK PRIBADI




Disusun Oleh :


Nama                                      : Tiara Wulandari
 NIM                                       : 09071281320020



BIMBINGAN DAN KONSELING
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SRIWIJAYA (INDRALAYA)
2015





JAWABAN TUGAS UAS BK PRIBADI

1.   Menemukan kasus yang berada di internet, kasus tersebut terkait dengan masalah yang dhadapi oleh siswa.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Arie Budhiman memastikan pemberian sanksi kepada SD Negeri 07 Pagi Kebayoran Lama Utara atas kejadian yang menewaskan siswa kelas II, NA (8). NA dipukul dan ditendang oleh temannya, R (8), Jumat (18/9/2015).
Arie mengatakan, sanksi ditentukan setelah ada rekomendasi dari polisi yang masih melakukan pemeriksaan terhadap kasus ini. "Mudah-mudahan pekan depan sudah ada keputusan. Yang pasti, memang ada sanksi kepada mereka secara proporsional, mulai dari surat teguran sampai yang terberat mutasi guru atau kepsek," kata Arie melalui pesan singkat kepada Kompas.com, Sabtu (26/9/2015).
Menurut Arie, pemberian sanksi kepada pihak sekolah harus dilakukan secara hati-hati. Sanksi yang dikenakan harus obyektif dan tidak memihak siapa pun. Jika sekolah dinyatakan bersalah oleh kepolisian, maka sanksi tegas akan diberikan oleh Dinas Pendidikan.
Sebelumnya, D (38), paman NA, mengatakan bahwa keponakannya mengalami luka serius di bagian kepalanya setelah dipukul dan ditendang oleh R. Peristiwa tersebut terjadi saat korban tengah mengikuti lomba menggambar. (Baca Kronologi Tewasnya Siswa SD akibat Dipukul Teman Sekolah)
Menurut D, seusai dianiaya R, NA langsung pingsan. Sekitar pukul 10.00 WIB, korban dibawa ke puskesmas setempat. Namun, karena kondisinya tidak memungkinkan sehingga korban harus dirujuk ke Rumah Sakit Fatmawati.
"NA meninggal dunia pukul 18.00 WIB. Setelah dikabari, kedua orangtuanya serta kepala sekolahnya langsung menuju RS Fatmawati," ujar D.
Penulis
: Andri Donnal Putera
Editor
: Laksono Hari Wiwoho

1.     Berdasarkan kasus diatas dapat ditentukan RPL yanag  akan digunakan oleh konselor

RPL Bimbingan dan Konseling
1.
Materi layanan
:
Menjaga kehamonisan dengan orang lain
2.
Bidang layanan
:
Pribadi
3.
Jenis layanan
:
Penguasaan konten
4.
Format layanan
:
Klasikal
5.
Fungs layanan
:
Pemahaman
6.
Tujuan layanan
:
Peserta didik dapat mempraktekkan,melakukan, dan membiasakan menjaga keharmonisan dengan orang lain disekitarnya dalam kehidupan sehari – hari
7.
Sasaran layana/semester
:
Siswa kelas VII/1
8.
Tempat penyelenggaraan
:
Ruang kelas
9.
Alokasi waktu
:
1 X 45 menit
10.
Penyelenggara layanan
:
Guru BK
11.
Pihak-pihak yang dilibatkan
:
Wali kelas
12.
Metode
:
Diskusi, ceramah, dan tanya jawab
13.
Uraian kegiatan
:


Konselor
1.     Salam pembuka dan do’a

Siswa
1.     Siswa berdo’a sesua dengan kepercayaan dan keyakinan masng-masing.
2.     Mengabsen siswa

2.     Menyatakan hadir ketka namanya dipanggil
3.      Ice  breaking (tebak tebakan kata)

3.     siswa berpartisipasi dalam kegiatan ice breaking
4.     Menjelaskan topik bahasan yaitu mengenai menghindari sikap bermusuhan

4.     siswa mendengarkan dan menyimak

5.     guru menayangkan video mengenai pentingnya menjaga keharmonisan dengan orang disekitar

5.     siswa memperhatikan isi video yang diatanyangkan oleh guru BK
6.      Tanya jawab megenai materi layanan berdasarkan tayangan video

6.     siswa memahami mengenai pentingya menjaga keharmonisan dengan orang disekitar sesuai dengan video tayangan
7.     guru Bk meminta salah satu diantara mereka untuk menjelaskan pengalaman yang mengenasakan karena tidak menjaga keharmonisan

7.     Siswa menunjuk tangan untuk membagi pengalaman dan certanya
8.     Guru BK meminta salah satu temanaya untuk membagi cerita dan pengalamaanya karena berusaha menjaga hubungan yang harmonis kepada orang lan

8.     Siswa menunjuk tangan untuk merelakan diri membagi penagalan dan ceritanya
9.     Memberi tugas / simulasi kepada siswa mengenai kerja sama

9.     siswa dapat mempraktekan,melakukan,dan membiasakan menjaga keharmonisan dnegan orang dsekitarnya didalam kehidupan sehari –hari
10.                         simpulan

10.                        Siswa menyimpulkan apa yang telah didapat melalai kegiatan yang telah disampaikan oleh guru BK
14.
Media yang digunakan
:
Dvd, laptop, speaker
16.
Rencana penilaian
:
a.     Laiseg
17.


1.  Apakah anda memahamai materi yang telah disampaikan?
2.  Apakaha anda tertarik dengan vdeo yang telah ditanyangkan oleh guru BK?
3.  Apakah anda menyukai metode yang disampaiakan oleh guru BK?
4.  Apa yang telah anda peroleh setelah mendapatkan materi dan melihat tayangan yang telah diberika oleh guru BK?
5.  Bagaimana cara anda membangun keharmonisan dengan orang lain disekitar anda?
6.  Apa yang akan anda lakuakan ketka ternyata sikapa anda tidak sama dengan materi dan tayangan video yang diberikan oleh guru BK?
7.  Apa yang harus anda lakukan ketika memiliki musush?
8.  Apakah anada akan memafkankan orang yang telah menyakiti anda, dan membangun sikap harmonis dengan saling memafkan?
9.  Setelah mendapatkan materi dan video barusan, apakah anda masih ingin memiliki musuh?



b.    Laijapen



c.     laijapan
18.
Catatan khusus
:
1.  ketika guru BK telah selesai jam pemberian materi, guru BK menemukan 2 siwa saling berjaabat tangan. Hal ini menunjukkan materi yang dismapaikan oleh nya dapat diterima dan diterapkan oleh siswa

Mengetahui


Inderalaya, 04desember 2015

Kepala sekolah


Guru BK









Muhammad Ali, M.Pd.
NIP.


Tiara Wulandari, S.Pd.


Bidang layanan: prbadi
Kompetensi: mamupu menumbuhkan sikap saling menyayangi sesama orang lain tanpa memandang siapa dan bagaimana orang tersebut
Tema: menjaga keharmonisan dengan orang lain
Nilai sub tema: saling menyayangi teman disekolah

Sebelum membahas tentang bagaimana agar bisa saling menjaga keharmonisan lebih  rinci, kita lebih dahulu memberi pemahaman bahwa manusia itu mahluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri tanpa memerlukan bantuan orang lain, meskipun saat ini kita membenci orang tersebut tetapi yakinlah bahwa suatu saat kamu pasti akan membutuhkanya entah kapan waktunya. Maka dari tu pentingnya bagi kita untuk saling membutuhkan akan kehadiran orang lain disekitar kita, suatu saat kta juga akan merasakan bhawa ketika orang lain membantu kita dan bagaimana juga ketika orang lain enggan membnatu kita. Selanjutnya guru BK memberikan informasi kepada siswa jika didalam alquran pun telah dijelkan bawa semua manusia seiman dan setaqwa adalah saudara, meskipun kita menemukan orang selain agama dengan kita, tetapi kita juga dilarang untuk mengiha apalagi mencela tentang kebenaran agamaya. Karena kita wajib memiliki sikap tenggang rasa.
Untuk menumbuhkan sikap saling menghormati dan menjaga keharmonisan adalah sayangilah, hormatilah dan kasihi oarang lain seperti mengasihi dirmu sendri, jika itu terjado dan diterapkan didalam kehidupan maka tidak akan kamu temui selain rasa aman, kasih sayang, dicintai dan mencintai. Sehngga kamu merasa berguna dan digunakan oleh orang lain tanpa adanya musuh yang ada disekitar sehingg atidak ada rasa canngung untuk saling memberi.
Cerita:
Sesuai didalam tayangan video tentang oarng yang baik dan orang yang tidak menerima kita, sesuai dengan apa yang kita perbuat
Rambu-rambu
1.     memahami pentingnya orang lain lalu menjaga keharmonisan dengan orang sekitar
2.     memberikan bantuan kepada seseorang yang terjadi konflik dantara mereka yang belum diselesaikan dengan menggunakan layanan mediasi atau kolaborasi dengan anggota lain
3.     mengedepankan rasa saling menyangi dikehidupan sehari-hari
4.     memberikan gambaran yang nyata mengapa dan akibat yang bagaimana ketka ia tidak menghargai orang lain....
bercerrmin
1.     saya ingnmenjalin keharmonisan denagn teman
komentar
2.     saya ingin menjalin keharmonisan dengan musuh saya
komentar
3.     saya ingin disayang dan menyayangi teman
komentar
4.     saya merasa malu telah melakukan kesalahan dengan teman saya
komentar

tugas:
1.     kerjakan tugas dibawah ini sesuai dengan kenyataaan yang anda alami
a.     sebutkan apa yang anda perhatika sejauh ini?
b.    Dengan siapa anda bertengkar?
c.     Karena apa anda tidak menyukainya?
d.    Apakah anda memiliki musush?
e.     Apakah anda telah memaafkan musuh anda?
f.       Apakah anda akan mengulang kesalahn yang sama?
g.    Apakah anda pernah menyesal karena mengejek teman?
2.     Berikan tanggapan anda mengenai teman yang sering berante
3.     Berikan tanggapan anda bagaimana agar teman nada tidak beranrtem?
Jawaban nomer 3.
Penculik Dokter di Padang Ditangkap saat Beraksi di Pekanbaru
Kamis,  12 November 2015  −  18:17 WIBPenculik Dokter di Padang Ditangkap saat Beraksi di PekanbaruPelaku penculikan dokter di Padang ditangkap di Pekanbaru.(dok.Sindonews)
A+ A-
PEKANBARU - Polresta Pekanbaru,Riau berhasil membekuk dua pelaku hipnotis yakni Indra Jaya alias In Pincang (37) dan Joni (43). 

Diketahui salah satu pelaku hipnotis merupakan pelaku penculikan dokter spesialis anak di Padang Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).

Kepala Bidang Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo menyatakan kedua tersangka ditangkap saat sedang melakukan aksi hipnotis di sekitar Pasar Pagi Arengka jalan Soekarno Hatta Pekanbaru sekitar pukul 15.00 WIB.

Dimana saat ini warga menyaksikan dua pelaku membawa seorang laki-laki dari pasar pagi Arengka. Laki-laki berusia 50 tahun ini kemudian dibawa pelaku ke dalam mobil. Di dalam mobil ini korban yang sudah dihipnotis di kuras habis hartanya.

"Saat kejadian itu ada petugas kita yang sedang patroli dan mengejar mobil pelaku," kata Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur, Kamis (12/11/2015).
 
(Baca: Dokter asal Sumbar Diculik dan Dibuang ke Riau).

Mengetahui dikejar petugas, pelaku langsung melajukan mobilnya ke arah jalan Tuanku Tambusai yang merupakan daerah padat lalu lintas. Tepat di persimpangan Tuanku Tambusai-Srikandi, petugas pun berhasil menyergap keduanya.

"Setelah diselidiki lebih lanjut, salah satu pelaku hipnotis yakni In Pincang adalah pelaku penculikan dokter spesialis anak di Padang. Pelaku buronan Polres Padang," ucapnya.

Seperti diketahui pada 22 Oktober itu korbannya dr Yorva Sayuti (73) diculik oleh pelaku In Pincang dan temannya Am Badau (masih DPO). Dokter spesilis anak ini diculik di area Rumah Sakit M Jamil Padang. Korban di masukan korban dalam mobil.

"Saat itu korbannya dipukuli dan dikuras hartanya. Pelaku juga memaksa meminta pin ATM korban. Uang di dalam mesin ATM korban habis disikat pelaku. Setelah itu, kedua pelaku membuang korban ke daerah Kampar, Riau dengan kondisi tangan dan kaki terikat," pungkasnya.

4.     Analisis kasus tentantang kasus tersebut adalah
Adler berpendapat bahwa manusia pertama-tama dimotivasi oleh dorongan-dorongan sosial. Menurut Adler manusia pada dasarnya adalah makhluk sosial. mereka menghubungkan dirinya dengan orang lain, ikut dalam kegiatan-kegiatan kerja sama sosial, menempatkan kesejahteraan sosial diatas kepentingan diri sendiri dan mengembangkan gaya hidup yang mengutamakan orientasi sosial.
Dan untuk memenuhi kebutuhan sosial maka manusia rela terjun langsung dalam berbagai kegiatan-kegiatan sosial seperti organisasi sosial dan mengahabiskan hampir seluruh hidupnya di sana. Mereka merasa puas dengan melakukan aktivitas sosial seperti membantu korban bencana, korban perang, kelaparan dan lain sebagainya. Maka itulah kebutuhan sosial yang dimaksud oleh Adler. Kebutuhan-kebutuhan sosial ini merupakan bawaan sejak lahir, perkembangan diri individu sejak masa kanak-kanak akan sangat menentukan cara individu berperan dalam lingkungan sosialnya.
Menurut https://edilkons10.wordpress.com/bimbingan-dan konseling/ teori-konseling/adlerian-psikologi-individual/ yang dikutip dari Gerald Corey 1990 ada tujuh prinsip yang terkandung dari teori Psikologi Individual Adler, yaitu:
1.      Prinsip Rasa Rendah Diri (Inferiority Principle)
Adler meyakini bahwa manusia dilahirkan disertai dengan perasaan rendah diri. Seketika individu menyadari eksistensinya, ia merasa rendah diri akan perannya dalam lingkungan. Individu melihat bahwa banyak makhluk lain yang memiliki kemampuan meraih sesuatu yang tidak dapat dilakukannya. Perasaan rendah diri ini mencul ketika individu ingin menyaingi kekuatan dan kemampuan orang lain
Berkenaan dengan perasaan rendah diri dalam kondisi organik, Adler menciptakan istilah masculine protest, yakni istilah yang dimaksud untuk menerangkan perasaan rendah diri atau inferior ini dihubungkan dengan kelemahan (weakness) dan kewanita-wanitaan (femininity). Istilah ini merupakan suatu dinamika kepribadian manusia yang utama, karena hal ini merupakan usaha individu dalam mencapai kondisi yang kuat dalam mengkompensasikan perasaan rendah dirinya.
2.      Prinsip Superior (Superiority Principle)
Memandang prinsip superior terpisah dari prinsip inferior sesungguhnya keliru. Justru kedua prinsip ini terjalin erat dan bersifat komplementer. Namun karena sebagai prinsip, kedua istilah ini berbeda, maka pembahasannya pun dibedakan, kendati dalam operasionalnya tak dapat dipisahkan. Sebagai reaksi atas penekanan aspek seksualitas sebagai motivator utama perilaku menurut Freud, Adler beranggapan bahwa manusia adalah makhluk agresif dan harus selalu agresif bila ingin survive. Namun kemudian dorongan agresif ini berkembang menjadi dorongan untuk mencari kekuatan baik secara fisik maupun simbolik agar dapat survive. Demikian banyak pasien Adler yang dipandang kurang memiliki kualitas agresif dan dinyatakan sebagai manusia tak berdaya. Karenanya, yang diinginkan manusia adalah kekuatan (power). Dari sini konsepnya berkembang lagi, bahwa manusia mengharapkan untuk bisa mencapai kesempurnaan (superior). Dorongan superior ini sangat bersifat universal dan tak mengenal batas waktu. Bagi Adler tak ada pemisahan antara drive dan need seperti yang diungkapkan oleh Murray. Bagi Adler hanya ada satu dorongan, yakni dorongan untuk superior sebagai usaha untuk meninggalkan perasaan rendah diri. Namun perlu dicatat bahwa superior disini bukanlah kekuatan melebihi orang lain, melainkan usaha untuk mencapai keadaan superior dalam diri dan tidak selalu harus berkompetisi dengan orang lain. Superioritas yang dimaksud adalah superior atas diri sendiri. Jadi daya penggerak yang utama dalam hidup manusia adalah dinamika yang mengungkapkan sebab individu berperilaku, yakni dorongan untuk mencapai superior atau kesempurnaan.
3.      Prinsip Gaya Hidup (Style of Life Principle)
Usaha individu untuk mencapai superioritas atau kesempurnaan yang diharapkan, memerlukan cara tertentu. Adler menyebutkan hal ini sebagai gaya hidup (Style of Life). Gaya hidup yang diikuti individu adalah kombinasi dari dua hal, yakni dorongan dari dalam diri (the inner self driven) yang mengatur arah perilaku, dan dorongan dari lingkungan yang mungkin dapat menambah, atau menghambat arah dorongan dari dalam tadi. Dari dua dorongan itu, yang terpenting adalah dorongan dalam diri (inner self) itu. Bahwa karena peranan dalam diri ini, suatu peristiwa yang sama dapat ditafsirkan berbeda oleh dua orang manusia yang mengalaminya. Dengan adanya dorongan dalam diri ini, manusia dapat menafsirkan kekuatan-kekuatan di luar dirinya, bahkan memiliki kapasitas untuk menghindari atau menyerangnya. Bagi Adler, manusia mempunyai kekuatan yang cukup, sekalipun tidak sepenuhnya bebas, untuk mengatur kehidupannya sendiri secara wajar. Jadi dalam hal ini Adler tidak menerima pandangan yang menyatakan bahwa manusia adalah produk dari lingkungan sepenuhnya. Menurut Adler, justru jauh lebih banyak hal-hal yang muncul dan berkembang dalam diri manusia yang mempengaruhi gaya hidupnya. Gaya hidup manusia tidak ada yang identik sama, sekalipun pada orang kembar. Sekurang-kurangnya ada dua kekuatan yang dituntut untuk menunjukkan gaya hidup seseorang yang unik, yakni kekuatan dari dalam diri yang dibawa sejak lahir dan kekuatan yang datang dari lingkungan yang dimasuki individu tersebut. Dengan adanya perbedaan lingkungan dan pembawaan, maka tidak ada manusia yang berperilaku dalam cara yang sama.
Gaya hidup seseorang sering menentukan kualitas tafsiran yang bersifat tunggal atas semua pengalaman yang dijumpai manusia. Misalnya, individu yang gaya hidupnya berkisar pada perasaan diabaikan (feeling of neglect) dan perasaan tak disenangi (being unloved) menafsirkan semua pengalamannya dari cara pandang tersebut. Misalnya ia merasa bahwa semua orang yang ingin mengadakan kontak komunikasi dipandangnya sebagai usaha untuk menggantikan perasaan tak disayangi tersebut. Gaya hidup seseorang telah terbentuk pada usia tiga sampai lima tahun. Gaya hidup yang sudah terbentuk tak dapat diubah lagi, meskipun cara pengekspresiannya dapat berubah. Jadi gaya hidup itu tetap atau konstan dalam diri manusia. Apa yang berubah hanya cara untuk mencapai tujuan dan kriteria tafsiran yang digunakan untuk memuaskan gaya hidup. Misalnya, bagi anak yang merasa memiliki gaya hidup tidak disayangi, adalah lebih baik praktis untuk membentuk tujuan semu bahwa kasih sayang baginya tidak begitu penting dibandingkan dengan usaha meyakinkan bahwa tidak dicintai pada masa lalu tidak penting baginya, dan bahwa meyakinkan kemungkinan untuk dicintai pada masa yang akan datang diharapkan dapat memperbaiki peristiwa masa lampau. Perubahan gaya hidup meskipun mungkin dapat dilakukan, akan tetapi kemungkinannya sangat sukar, karena beberapa pertimbangan emosi, energi, dan pertumbuhan gaya hidup itu sendiri yang mungkin keliru. Karenannya jauh lebih mudah melanjutkan gaya hidup yang telah ada dari pada mengubahnya.
4.     Prinsip Diri Kreatif (Creative Self Principle)
Diri yang kreatif adalah faktor yang sangat penting dalam kepribadian individu, sebab hal ini dipandang sebagai penggerak utama, sebab pertama bagi semua tingkah laku. Dengan prinsip ini Adler ingin menjelaskan bahwa manusia adalah seniman bagi dirinya. Ia lebih dari sekedar produk lingkungan atau makhluk yang memiliki pembawaan khusus. Ia adalah yang menafsirkan kehidupannya. Individu menciptakan struktur pembawaan, menafsirkan kesan yang diterima dari lingkungan kehidupannya, mencari pengalaman yang baru untuk memenuhi keinginan untuk superior, dan meramu semua itu sehingga tercipta diri yang berbeda dari orang lain, yang mempunyai gaya hidup sendiri, namun diri kreatif ini adalah tahapan di luar gaya hidup. Gaya hidup bersifat mekanis dan kreatif, sedangkan diri kreatif lebih dari itu. Ia asli, membuat sesuatu yang baru yang berbeda dari sebelumnya, yakni kepribadian yang baru. Individu mencipta dirinya.
5.     Prinsip Diri yang Sadar (Conscious Self Principle)
Kesadaran menurut Adler, adalah inti kepribadian individu. Meskipun tidak secara eksplisit Adler mengatakan bahwa ia yakin akan kesadaran, namun secara eksplisit terkandung dalam setiap karyanya. Adler merasa bahwa manusia menyadari segala hal yang dilakukannya setiap hari, dan ia dapat menilainya sendiri. Meskipun kadang-kadang individu tak dapat hadir pada peristiwa tertentu yang berhubungan dengan pengalaman masa lalu, tidak berarti Adler mengabaikan kekuatan-kekuatan yang tersembunyi yang ditekannya. Manusia dengan tipe otak yang dimilikinya dapat menampilkan banyak proses mental dalam satu waktu. Hal-hal yang tidak tertangkap oleh kesadarannya pada suatu saat tertentu tak akan diperhatikan dan diingat oleh individu. Ingatan adalah fungsi jiwa, yang tidak bekerja secara efisien. Keadaan tidak efisien ini adalah akibat kondisi yang tidak sempurna pada organ tubuh, khususnya otak. Adler tidak menerima konsep ambang sadar dan alam tak sadar (preconsious dan uncounsious) Freud. Hal ini dianggap sebagai mistik. Ia merasa bahwa manusia sangat sadar benar dengan apa yang dilakukannya, apa yang dicapainya, dan ia dapat merencanakan dan mengarahkan perilaku ke arah tujuan yang dipilihnya secara sadar.
6.      Prinsip Tujuan Semu (Fictional Goals Principle)
Meskipun Adler mangakui bahwa masa lalu adalah penting, namun ia mengganggap bahwa yang terpenting adalah masa depan. Yang terpenting bukan apa yang telah individu lakukan, melainkan apa yang akan individu lakukan dengan diri kreatifnya itu pada saat tertentu. Dikatakannya, tujuan akhir manusia akan dapat menerangkan perilaku manusia itu sendiri. Misalkan, seorang mahasiswa yang akan masuk perguruan tinggi bukanlah didukung oleh prestasinya ketika di Sekolah Dasar atau Sekolah Menengah, melainkan tujuannya mencapai gelar tersebut. Usaha mengikuti setiap tingkat pendidikan adalah bentuk tujuan semunya, sebab kedua hal tidak menunjukkan sesuatu yang nyata, melainkan hanya perangkat semu yang menyajikan tujuan yang lebih besar dari tujuan-tujuan yang lebih jauh pada masa datang.
Dengan kata lain, tujuan yang dirumuskan individu adalah semua karena dibuat amat ideal untuk diperjuangkan sehingga mungkin saja tidak dapat direalisasikan. Tujuan fiksional atau semu ini tak dapat dipisahkan dari gaya hidup dan diri kreatif. Manusia bergerak ke arah superioritas melalui gaya hidup dan diri kreatifnya yang berawal dari perasaan rendah diri dan selalu ditarik oleh tujuan semu tadi. Tujuan semu yang dimaksud oleh Adler ialah pelaksanaan kekuatan-kekuatan tingkah laku manusia. Melalui diri keratifnya manusia dapat membuat tujuan semu dari kemampuan yang nyata ada dan pengalaman pribadinya. Kepribadian manusia sepenuhnya sadar akan tujuan semu dan selanjutnya menafsirkan apa yang terjadi sehari-hari dalam hidupnya dalam kaitannya dengan tujuan semu tersebut.
7.     Prinsip Minat Sosial (Sosial Interest Principle)
Setelah melampaui proses evolusi tentang dorongan utama perilaku individu, Adler menyatakan pula bahwa manusia memiliki minat sosial. Bahwa manusia dilahirkan dikaruniai minat sosial yang bersifat universal. Kebutuhan ini terwujud dalam komunikasi dengan orang lain, yang pada masa bayi mulai berkembang melalui komunikasi anak dengan orang tua. Dimulai pada lingkungan keluarga, kemudian pada usia 4-5 tahun dilanjutkan pada lingkungan pendidikan dasar dimana anak mulai mengidentifikasi kelompok sosialnya. Individu diarahkan untuk memelihara dan memperkuat perasaan minat sosialnya ini dan meningkatkan kepedulian pada orang lain. Melalui empati, individu dapat belajar apa yang dirasakan orang lain sebagai kelemahannya dan mencoba memberi bantuan kepadanya. Individu juga belajar untuk melatih munculnya perasaan superior sehingga jika saatnya tiba, ia dapat mengendalikannya. Proses-proses ini akan dapat memperkaya perasaan superior dan memperkuat minat sosial yang mulai dikembangkannya. Dikarenakan manusia tidak sepenuhnya dapat mencapai superioritas, individu tetap memiliki perasaan ketidakmampuan. Namun individupun yakin bahwa masyarakat yang kuat dan sempurna akan dapat membantunya mencapai pemenuhan perasaan superior. Gaya hidup dan diri kreatif melebur dalam prinsip minat sosial yang pada akhirnya terwujud tingkah laku yang ditampilkan secara keseluruhan.
Dari krtujuh prinsip yang dikemukakan oleh adler seseorang yang melakukan hipnotis karena kualitas gaya hidup yang slaah. Gaya hidup yang diikuti individu adalah kombinasi dari dua hal, yakni dorongan dari dalam diri (the inner self driven) yang mengatur arah perilaku, dan dorongan dari lingkungan yang mungkin dapat menambah, atau menghambat arah dorongan dari dalam tadi. Dari dua dorongan itu, yang terpenting adalah dorongan dalam diri (inner self) itu. Jadi bagi mereka untuk mendapatkan ketenangan dengan melakuakan hipnotis
Identifikasi masalah antaralain:
1.      Adanya dorongan untuk maju karena telah ada kelebihan yang dmliki, namun tidak bisa menggunakan dengan baik
2.      Tujuan yang semu. Disin karena seoranng penghipnotis dari awal tidak memiliki niat untuk dibawa kemana keahlian itu, sehingga untuk dijadikan alat mencari kepuasan
3.      Alam abwah sadar yang tidak terkendali. Meskipun manusia menurut adler memiliki alam sadar lebih luas dari freud tetapi tidak menuntut kemungkianan itu tidak terjadi ketka ia tidak sadar akan kesalah, karena telalu sibuk untuk mengeekpresikan kehalianya
Faktor penyebab
1.     Adanya gengsi. Setiap orang yang memiliki kepercayaan diri yang tnggi namun salah akibatnya setiap tindakan tidak akan difikirkan hirnya kan bagaimana
2.     Dorongan kepuasan yang tidak terkontrol
3.     Tuntutan sosia
4.     Ambisius
5.     Tidak peka dengan lingkungan





sekian semoga bermanfaat :) 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar